
Setiap institusi besar selalu lahir dari niat yang suci. Begitu pula dengan Pondok Pesantren Modern (PPM) Robithoh, sebuah lembaga pendidikan Islam yang tegak berdiri di bawah naungan mulia Yayasan Robithoh Sekesalam. Perjalanan panjang ini tidak bermula dalam semalam. Cikal bakalnya telah dirajut sejak tahun 2005, tatkala Yayasan menabur benih pendidikan melalui pendirian Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan Raudhatul Athfal (RA). Eksistensi pondok ini juga menjadi buah manis dari pergerakan dakwah Ikatan Keluarga Besar Remaja Islam (IKBRI) Ciparay yang telah lebih dulu menyemai kebaikan di tengah masyarakat.
Momentum bersejarah itu akhirnya tiba pada tahun 2007. Menyadari besarnya tanggung jawab umat, Bapak H. Koswara, S.P., bersama putra beliau, Ustadz Heri Sujana, S.Pd.I—seorang cendekiawan muda lulusan Pondok Modern Ar-Risalah Ponorogo—mengambil langkah besar. Berbekal kepedulian yang mendalam, mereka mulai membina anak-anak putus sekolah yang bernaung di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Robithoh. Dari langkah penuh keikhlasan inilah, embrio sistem pendidikan yang lebih komprehensif terbentuk, mengantarkan pada lahirnya Pondok Pesantren Modern Robithoh yang kita kenal saat ini.
“Bukan sekadar mencetak kaum intelek yang tahu agama, melainkan melahirkan ulama yang intelek, mengakar pada nilai salaf, dan bertumbuh dengan jiwa yang mandiri.”
Simfoni Kurikulum yang Menyeluruh
Pada tahun yang sama (2007), sayap pendidikan PPM Robithoh semakin mengepak lebar dengan dibukanya jenjang pendidikan formal: Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Aliyah (MA). Meski di usianya yang terbilang muda, pondok ini langsung menetapkan standar emas dalam pendidikannya.
PPM Robithoh tidak memilih untuk berjalan dalam satu sistem tunggal. Sebagai sebuah kawah candradimuka masa kini, pondok ini meramu perpaduan harmonis dari empat pilar kurikulum agung: Kulliyatu-l-Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI) ala Gontor, tradisi keilmuan Pesantren Salaf, kurikulum umum dari Kementerian Pendidikan Nasional (SMP), dan kurikulum agama dari Kementerian Agama (MA). Sinergi ini dirancang dengan satu cita-cita mulia: memastikan para santri menguasai 100% ilmu pengetahuan umum dan 100% ilmu agama.
Buah dari Pendidikan PPM Robithoh
Selaras dengan visi utamanya untuk mencetak “Ulama yang Mandiri”, sistem evaluasi dan ketuntasan belajar di PPM Robithoh sangat paripurna. Setiap santri yang menyelesaikan studinya akan melangkah ke dunia luar dengan bekal tiga ijazah sekaligus: Ijazah KEMENDIKNAS (SMP), Ijazah KEMENAG (MA), dan Ijazah KMI.
Dengan bekal yang komprehensif ini, para alumni PPM Robithoh siap mengepakkan sayap melanjutkan studi ke berbagai universitas terkemuka, baik di dalam negeri maupun di Timur Tengah. Lebih dari sekadar pencapaian akademis, jiwa kemandirian mereka terus dipupuk. Terbukti, pondok membuka ruang kemitraan yang luas bagi para alumninya, salah satunya melalui program pengembangan peternakan sapi, membuktikan bahwa seorang santri mampu berdaya saing dalam keilmuan sekaligus mandiri secara ekonomi.
